Posted by: Jaudy on: September 12, 2008

SYDNEY — Seorang menteri dicopot dari jabatannya setelah ketahuan menari hanya memakai celana dalam di sebuah pesta. Matt Brown dipaksa mundur, Rabu (10/9) malam, hanya tiga hari setelah ia dilantik sebagai menteri kepolisian negara bagian Australia, New South Wales.
Menurut Perdana Menteri (PM) New South Wales Nathan Rees, tindakan tegas diambil pada malam setelah koran nasional The Australia memuat foto Brown hanya bercelana dalam. Ia menari erotis diiringi musik techno pada pesta mabuk-mabukan di Gedung Parlemen tempatnya berkantor, tiga bulan lalu.
The Australia mendapatkan foto itu dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Dan diakui, Brown melakukan aksi erotisnya hanya sekejap.
Brown adalah mantan pengacara dan dosen serta menjadi anggota parlemen negara bagian New South Wales selama sembilan tahun. “Dia mengizinkan dirinya hanya memakai celana dalam dan tidak ada pilihan lain selain memintanya mundur,” kata Rees.
Brown lega dengan pencopotan dirinya. “Saya manusia biasa, bisa membuat kesalahan dan saya bertanggung jawab atas kesalahanku,” katanya.
Sumber: kompas.com
Posted by: Jaudy on: September 12, 2008
PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum Sumsel akhirnya selesai melakukan rapat pleno terbuka penghitungan suara Pilkada Gubernur Sumsel, Kamis (11/9) menjelang siang ini.
Hasilnya, Alex Noerdin memenangi Pilkada Sumsel dengan meraih total suara 1.866.390 suara, sedangkan Syahrial Oesman meraih 1.764.373 suara.
Dengan demikian, Alex Noerdin dan Eddy Yusuf tinggal menunggu penetapan resmi dan pelantikan sebagai gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan 2008-2013. Namun, situasi sidang pleno ini masih sangat tegang karena saat ini ribuan massa Syahrial Oesman-Helmy Yahya sedang mengepung Kantor KPU Sumsel.
Sidang pleno ini dijaga 2.500 personel polisi dari jajaran gabungan Polda Sumsel. Berikut hasil detil Pilkada Sumsel, pasangan Aldy menang di Kabupaten Banyuasin, Muba, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, dan Empat Lawang. Sementara itu, pasangan Sohe menang di Kota Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, dan Lubuk Linggau.
Persentase kemenangan belum dihitung oleh KPU Sumsel. Suara tidak sah mencapai 73.828 suara, sedangkan total pemilih di Sumsel mencapai 3.630.763 orang.
Sumber: kompas.com
Posted by: Jaudy on: September 12, 2008

WASHINGTON – Presiden AS George W. Bush telah secara rahasia menyetujui perintah bagi pasukan AS untuk melancarkan operasi militer di Pakistan tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Pakistan. Harian New York Times melaporkan perintah yang disepakati Juli lalu lalu itu mengijinkan pasukan Operasi Khusus untuk melancarkan serangan koalisi di kawasan wilayah target penumpasan terorisme.
Laporan ini muncul sepekan setelah pertempuran antar perbatasan yang diduga dilancarkan oleh pasukan koalisi pimpinan AS yang berbasis di negara tetangga Afganistan mengakibatkan 15 orang tewas di dekat perbatasan Pakistan. Panglima militer Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani mengkritik keras serangan itu dan menyatakan negaranya akan membela kedaulatan hingga titik darah terakhir.
“Kedaulatan dan integritas teritorial Pakistan akan dipertahankan hingga titik darah terakhir dan tak akan ada pasukan asing yang diijinkan melancarkan operasi militer di wilayah Pakistan,” tegas Ashfaq Kayani.Ashfaq Kayani menambahkan tak ada perjanjian atau kesepahaman dengan pasukan koalisi tentang lokasi diizinkannya pasukan tersebut untuk melancarkan operasi militer di dekat perbatasan Pakistan.
Kayani menyesalkan korban sipil yang tewas dalam serangan 4 September lalu itu. Kayani berpendapat aksi yang ceroboh tersebut hanya akan meningkatkan aksi militan setempat.
Serangkaian serangan rudal terhadap target pemberontak di Pakistan dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan AS atau Badan Intelijen AS, CIA, yang berbasis di Afganistan. Terdapat sekitar 70.000 tentara internasional yang dikerahkan di bawah bendera NATO dan koalisi pimpinan AS di Afganistan sebagai upaya membantu pasukan setempat menumpas milisi.
Menurut New York Times, pemerintah AS akan memberitahu Pakistan saat militer AS menggencarkan operasi di wilayah negara tersebut, namun ini bukan berarti AS meminta izin untuk melancarkan operasi militernya. Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih Gordon Johndroe menolak untuk memberikan komentar terhadap laporan New York Times tersebut.
Sumber: kompas.com
Posted by: Jaudy on: September 11, 2008
SYDNEY — Seorang mantan dokter kandungan ditangkap polisi karena dituduh melakukan sedikitnya 17 kasus kekerasan seksual, termasuk mengiris vagina pasiennya.
Graeme Reeves (58) ditangkap setelah dilaporkan oleh sedikitnya 10 pasien antara 2001 dan 2003 di Sydney dan Kota Bega, New South Wales, Australia selatan. Reeves yang oleh media Australia dijuluki Jagal Bega diseret ke pengadilan, Rabu (10/9) malam. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman seumur hidup.
“Ini kasus unik dan kompleks yang pernah ditangani kepolisian NSW (New South Wales),” kata Kepala Unit Kejahatan Seksual dan Perlindungan Anak John Kerlatec.
“Hari ini ia menjadi tersangka atas laporan 10 wanita yang mengalami trauma akibat kejadian ini,” lanjutnya.
Seorang pasien, yang menjalani operasi pada 2001 untuk mengangkat luka dari bibir vaginanya, mengatakan, dia tertidur karena dibius sebelum operasi. Reeves kemudian membisikkan kata-kata akan mengambil klitorisnya. Setelah tersadar, pasien itu mendapati alat kelamin bagian luarnya diiris.
Reeves adalah dokter tamu di bagian kebidanan dan kandungan pada Hornsby Ku-ring-gai Hospital, Sydney, sejak 1985. Selama 15 tahun bekerja, 35 tuduhan dialamatkan kepadanya baik oleh pasien maupun rekan sekerjanya.
Pada 1997, ia diperiksa badan kehormatan kedokteran setempat setelah salah satu pasien yang melahirkan tewas karena keracunan darah setelah Reeves menolak memberikan antibiotik. Reeves dinyatakan bersalah dan izin praktik kebidanannya dicabut.
Namun, ia masih diizinkan bekerja sebagi dokter di sejumlah rumah sakit. Reeves juga diperintahkan menjalani terapi karena mengalami masalah psikis dan depresi. Namun, Reeves terus membuka praktik kebidanan dan kandungan hingga izinnya sebagai dokter akhirnya dicabut tahun 2004.
Sumber: kompas.com
Komentar Terakhir